Terbaru

    Kesalahan Pemasaran Bisnis MLM di Indonesia Berakibat Kegagalan

    PemasaranJaringan.com - Kesalahan Pemasaran Bisnis Jaringan atau Network Marketing di Indonesia yang Pelu Dihindari

    kesalahan pemasaran bisnis markketing di indonesia
    Ilustrasi Bisnis Network Marketing
    Berbicara tentang bisnis sudah banyak dibahas oleh para pengusaha sukses di seluruh dunia. Bahkan tidak sedikit orang kaya di berbagai belahan dunia merekomendasikan network marketing atau bisnis pemasaran jaringan bagi Anda ketika hendak memulai suatu model bisnis bermodal kecil namun mampu mewujudkan mimpi terbesar Anda. 

    Tidak ada syarat khusus untuk dapat memulai bisnis pemasaran jaringan. Entah itu latar belakang pendidikan, usia, bahkan pengalaman kerja saja tidak begitu diperlukan. Meskipun demikian, konsep bisnis network marketing dipercaya mampu menjadi media usaha bagi siapapun yang ingin meraih kesuksesan.

    Pengusaha kaya yang mereferensikan bisnis jaringan sebagai ladang usaha menjadi sukses diantaranya Robert T Kiyosaki, Bill Gates, Donald Trump, dan masih banyak lagi merekomendasikan bisnis jaringan berjenjang. Marsyarakat Indonesia sudah lebih dahulu tidak menyukai dengan model bisnis ini. Karena mungkin menganggap bahwa bisnis tersebut tidak akan menjamin kehidupan di masa tua. Benarkah demikian? Lalu adakah yang menyebabkan sebagian besar gagal dalam menjalankan bisnis network marketing di Indonesia?

    Langsung saja ke pokok pembahasan, tentang kesalahan membangun bisnis MLM yang berakibat fatal bukan kesuksesan malah berujung pada kegagalan. Berikut alasannya:

    1.  Kurangnya Pengetahuan Terhadap Produk

    Bagi seorang pelaku bisnis pemasaran jaringan, memahami seluk beluk suatu produk yang akan dipasarkannya merupakan suatu kewajiban. Sebab, dengan mempelajri produknya, kegunaan, fungsin, serta manfaat dari produk tersebut berdampak pada kemudahan ketika hendak mentargetkan calon konsumen. Keberhasilan terjual atau tidaknya suatu produk bisa dipengaruhi oleh gaya penyampaian kepada calon konsumen. Ketika mereka mengerti akan manfaatnya maka kemungkinan membelinya juga akan besar. Kesalahan persepsi terhadap bisnis pemasaran jaringan berjenjang dikalangan masyarat bisa dikatakan tidak sepenuhnya benar. Karena dalam bisnis ini tidak menjual mimpi, melainkan menjual suatu produk bermutu dengan pelayanan prima kepada setiap pembeli. 

    2. Kurangnya Pemahaman Terhadap Marketing Plan

    Keliru dalam memahami konsep pemasaran suatu perusahaan masih biasa terjadi di kalangan pelaku bisnis network marketing. Kebanyakan dari mereka seketika itu bergabung karena tergiur rayuan dan iming-iming sang mentor. Seperti halnya bisnis illegal money game yang kemudian dikemar menjadi bisnis pemasaran berjenjang kemudian merugikan setiap anggotanya. Karena mitra bisnis pertama akan mendapatkan hasil lebih besar disbanding mitra yang daftar belakangan. Padahal bisnis pemasaran tidaklah seperti itu melainkan seperti poin pertama diatas, yakni menjual produk dan hasilnya tergantung produk jualannya.

    3. Anggapan Salah Tentang Perkembangan Jaringan dengan Sendirinya

    Beranggapan bahwa jaringan bisnisnya akan berkembang dengan sendirinya setelah melakukan pembelian produk pertama saat bergabung perusahaan network marketing. Tanpa harus dikelola, jaringan menjadi semakin besar secara otomatis penghasilan bertambah banyak.  Tidak, tidak demikian. Pendidikan bisnis diperlukan setelah bergabung di perusahaan bisnis apapun itu, termasuk di bisnis pemasaran jaringan berjenjang pun demikian.
    Jika suatu saat menemukan model bisnis seperti itu, menjanjikan kesuksesan cepat, mengatakan jaringan berkembang otomatis maka perlu di teliti  lebih dalam. Takutnya itu hanyalah kedok dari bisnis tidak benar money game.

    4. Kurang Teliti tentang Legalitas Perusahaan

    Banyak perusahaan multi level marketing atau network marketing yang collapse dibawah 10 tahun. Hal ini biasanya terjadi karena pada tahap awal memberikan bonus yang berlebihan kepada para leader-leader untuk menarik mereka bergabung. Perusahaan yang baru berdiri atau kurang dari 5 tahun perlu untuk di teliti terlebih dahulu.  Hal ini penting karena kadang seorang leader menghabiskan banyak waktunya untuk bisnis tersebut, ketika perusahaan tiba-tiba tutup akan menimbulkan kerugian besar serta rasa frustasi bagi distributor yang bersangkutan.


    Perlu untuk diperhatikan bagaimana komitmen jangka pendek dan jangka panjang perusahaan terhadap distributor. Selalu komitmen terhadap distributor yang perlu diperhatikan adalah kebijakan perusahaan terhadap produk-produk yang ditawarkan apakah bisa mengikuti perkembangan pasar atau tidak.

     5. Jarang Mengikuti Pelatihan Bisnis Perusahaan Terkait

    Presentasi dan mengikuti training adalah rutinitas penting yang harus dijalankan oleh pebisnis multi level marketing atau MLM atau bisnis network marketing. Presentasi adalah saat dimana kita memberikan penjelasan tentang manfaat produk dan bagaimana mentransfer ilmu yang dimiliki kepada mitra bisnis kita. Melalui presentasi leader memberikan pengarahan bagaimana bisa sukses dalam menjalankan bisnis bersangkutan.
     
    Training-training tidak hanya memberikan tambahan ilmu secara berkesinambungan kepada para leader, akan tetapi juga menjadi sarana pemberian motivasi. Training-training motivasi penting untuk tetap menjada semangat dan antusiasme tetap tinggi dalam menjalankan bisnis ini.

    6. Seolah Memaksa Calon Member

    Kegiatan pemaksaan ketika mengajak seseorang bergabung di bisnis network marketing seringkali terjadi dikalangan pelaku multi level marketing pemula. Mungkin karena baru gabung dan masih memiliki semangat membara sehingga tidak sadar kalo tindakan tersebut terkesan memaksa calon mitra bisnisnya. Stigma negatif terhadap bisnis pemasaran berjenjang atau MLM di Indonesia muncul disebabkan oleh cara-cara kotor tersebut. 

    Menjelaskan seluk-beluk perusahaan, produk, manfaat serta keuntungan secara lugas dan tegas adalah cara terbaik ketika mengenalkan suatu peluang bisnis. Keputusan akhir tetap ada pada mereka calon mitra, biarkan mereka menentukan bergabung atau tidak tanpa harus melakukan pemaksaan yang hanya akan merugikan Anda.

     7. Tidak Memiliki Mental Bagus

    Bisnis jaringan adalah bisnis antara manusia dengan manusia. Akan selalu ada kerjasama yang terjalin dalam menjalankan aktivitas bisnisnua. Mental yang bagus diperlukan ketika menghadapi seseorang calon konsumen agar mereka lebih percaya (trust) kepada pembicaraan Anda.  Kepribadian mapan, mental bagus akan memberikan peran besar bagi pertumbuhan jaringan karena semakin besar jaringan maka rintangan akan semakin berat.

    8. Tidak Menjadi Pendengar Yang Baik

    Lebih banyak bicara dari pada mendengarkan adalah hal yang salah karena apa yang kita bicarakan belum tentu disukai oleh prospek atau mitra kita. Dengan banyak bicara kita lebih menonjolkan diri sendiri dari pada orang lain sehingga kita tidak memahami apa yang mereka butuhkan dan diinginkan. Untuk membantu mereka dalam pengembangan jaringan bisnis, kita perlu memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka.

    9.  Gagal Fokus pada Omset Pribadi

    Belajar menjual produk adalah langkah awal yang perlu di pelajari oleh pemain MLM atau network marketing. Tanpa kemampuan menjual produk jaringan tidak akan tumbuh dan berkembang dengan pesat. Kemampuan menjual ini harus diajarkan kepada mitra-mitra yang ada dalam organisasi atau jaringan kita, karena penjualan adalah sumber income atau penghasilan perusahaan dalam pembayaran bonus. Tanpa adanya penjualan produk maka patut dicurigai sebagai money game dan segera tinggalkan money game, jangan buang-buang waktu untuk bisnis money game.

     10. Tidak Melakukan Pembinaan Terhadap Jaringan

    Bagi pelaku bisnis network marketing atau pemasaran jaringan, mitra usaha adalah asset berharga. Para leader dituntut bisa menuntun mitranya, mengarahkan mitra bisnisnya untuk sama-sama sukses. Leader sebaiknya memotivasi timnya sehingga mampu menjalankan rencana bisnis sesuai aturan perusahaan. Dengan kekompakan antara leader dan mitranya maka tidak menutup kemungkinan kesuksesan besar sudah ada di depan mata Anda.

    Demikianlah ulasan mengenai kesalahan dalam bisnis jaringan atau strategi network marketing yang sering terjadi di Indonesia pada umumnya. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PemasaranJaringan.com

    #bisnisjaringan 
    #pemasaranbisnis
    #multilevelmarketing
    #MLM 

    Ingin Sukses Bisnis MLM Online? Lakukan 6 Tips berikut!

    tips sukses mlm online dan offline
    Sumber gambar baikdanbenar.com

    Pemasaran Jaringan |
    6 Tips Sukses MLM Online - Pada dasarnya tips membangun bisnis MLM Online ini sama halnya dengan mengembangkan suatu bisnis konvensional. hanya memiliki sedikit perbedaan pada Sistem Bisnis MLM ketika setiap pemimpin timnya membekali dirinya dengan sistem pendukung kesuksesan bisnisnya tersebut, tentu saja untuk diajarkan kembali kepada downline tim yang dipimpinnya.

    Tidak sedikit orang gagal ketika mengikiti bisnis Pemasaran Jaringan Berjenjang (MLM) ini sehingga membuahkan kekecewaan, putus asa, dan lain sebagainya. Itu dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara menjalankan bisnis MLM sesuai peraturan perusahaan. 



    Baca juga: Trend Bisnis Bulan Ramadhan Hasil Analisa Google

    Berikut ini beberapa tips sukses bisnis MLM Online dan Offline menurut beberapa pelaku MLM sukses di Indonesia

    1. Impian

    Pengertian dasar tentang Impian. Impian wajib memiliki makna sebagai harapan. Tentunya setiap harapan perlu disertai dengan usaha ekstra keras untuk mewujudkan impian serta harapan tersebut sehingga menjadi kenyataan dalam kehidupan. Bahkan dalam keterangan sebuah Ayatpun mengatakan, "Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut mengubahnya sendiri", begitu pula Anda dalam menjalankan bisnis MLM.

    Buatlah sebuah daftar apa saja hal yang ingin dicapai dan tentukan target kapan Anda akan mencapai kemudian usaha apa yang akan digunkan sebagai kendaraan untuk mewujudkannya.

    2. Gagal? Jangan Takut!

    Yang namanya kegagalan pasti akan saja ada baik itu dalam dunia Bisnis MLM maupun usaha Konevensional. Kegagalan bisa saja skala besar ataupun gagal skala kecil.

    Kegagalan dalam hal kecil :
    Gagal mengajak orang untuk bergabung sama bisnis mlm yang kita tawarkan

    Gagal menawarkan daangan yang kita tawarkan sampai gagal karena modal utama yang kita pakai untuk bisnis habis tidak tersisa dan meninggalkan tanggungan hutang.

    Yang perlu di garis bawahi :

    Dalam bisnis MLM online kita selalu memiliki pendampping yang akan sangat senang membentu kita untuk maju dan mengembangkan jaringan kita sehingga kegagalan-kegagalan dalam menawarkan bisnis dan menawrkan produk bias kita minimalisir dengan selalu aktif dalam sharing dan komunikasi sesama anggota MLM pada jaringan kita

    3. Konsistensi

    Tidak jarang orang gagal menjalankan bisnis MLM karena kurang optimis dengan hasil yang mereka dapat, bahkan menjurus frustasi. Terus belajar, perbaiki kesalahan dalam menjual itulah kuncinya. Ingat, tidak ada sukses yang instan. Semua jenis usaha perlu proses panjang menuju puncak suksesnya. Nikmati prosesn bisnisnya sehingga pada akhirnya hasilpun tidak mustahil didapatkan.

    4. Belajar dari Orang Sukses

    Dalam MLM pastinya ada Upline yang bisa membimbing bagaimana cara berbisnis. Sering-seringlah berdiskusi kepada Upline yang lebih berpengalaman dari kamu. Jadi kalau ada masalah dalam bisnis MLM bisa dapat masukan dari Upline. Sebagai Upline juga harus rajin membekali downlinenya dengan pengalaman, training-training, dan motivasi.

    5. Bisnis Fleksibel

    Keuntungan di dalam MLM adalah tidak harus seperti orang kantoran yang bangun pagi, pergi ke kantor, pulang sore, dan bekerja sepanjang hari di kantor. Menjalankan MLM bisa di mana saja. Kamu bisa promosikan produk kamu di jejaring social seperti facebook, twitter, dan blog. Bahkan ini merupakan cara terhemat untuk berpromosi. Sangat cocok untuk pebisnis muda

    6. Kerjasama

    MLM online itu sebuah bisnis mengandalkan interaksi sesama manusia, komunikasi secara individual. Tentunya, dengan mengandalkan kerjasama tim, maka tingkat keberhasilan penjualanpun semakin besar. Makin besar pula kemungkinan sukses bisnis MLM online/offline Anda. Coba cari tahu tentang bagaimana cara menghadapi orang lain, bagaimana cara menarik konsumen baru dan sebagainya. Hal demikian akan sangat membantu perkembangan bisnis.

    Menjalankan bisnis MLM online sangat cocok dilakukan oleh siapa saja, terutama para pemuda yang notabene memiliki semangat tinggi, minat belajar besar, keinginan sukses masa depan juga terbuka lebar. Modal awal bisnis MLM tidak terlalu besar, cukup berbekal kegigihan, ketekunan, bukan suatu mustahil jika untuk meraih sukses di usia muda melalui bisni multi level marketing. Demikian tips sukses bisnis MLM Online dan Offline versi Pemasaran Jaringan, semoga dapat menginspirasi pelaku bisnis jaringan dimanapun Anda berada.

    Ciri Perusahaan Bisnis MLM yang Baik dan Sehat

    PEMASARAN JARINGAN | Ciri Perusahaan Bisnis MLM Baik dan Sehat - Di era informasi modern seperti saat ini, perusahaan serta peluang bisnis berkembang dengan sangat pesat. Salah satu bentuk usaha untuk mencari penghasilan di era modern yang muncul itu adalah bisnis MLM (Multi Level Marketing). MLM sendiri saat ini sudah banyak berkembang luas. Hal ini dibuktikan dengan banyak jenis MLM yang bisa dipilih seseorang. 

    tanda tanda perusahaan MLM baik dan sehat
    MLM Image by tradescraper.com


    Lalu apa bisnis MLM itu sendiri? MLM adalah strategi pemasaran berjenjang atau berantai, di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Dalam sistem penjualan piramida atau pemasaran jaringan ini, ada istilah anggota “upline” dan “downline", yaitu orang-orang yang melakukan penjualan produk setelah sebelumnya berdasarkan urutan rekrutan atau pendaftaran. Dalam sistem ini Up-line diharuskan untuk mencari downline sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus atau penghasilan yang berlipat-lipat.

    Mari kita lanjutkan ke pokok bahasan, bagaimana cara mengetahui apakah bisnis MLM itu bisnis yang baik dan sehat. Berikut ini adalah tanda-tanda perusahaan bisnis MLM baik dan sehat, diambil dari berbagai sumber dengan beberapa penambahan ide penyajian:


    1. Perusahaan Terdaftar di APLI

    APLI adalah kependekan Asosiasi Penjual Langsung Indonesia yang merupakan sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Latar belakang berdirinya APLI adalah karena aturan hukum di Indonesia dianggap belum baku dalam mengatur penjualan langsung. Dari hal inilah akhirnya mendorong beberapa perusahaan MLM menciptakan aturan bersama dan kode etik yang disepakati bersama dalam APLI. Untuk bisa bergabung dengan APLI ini perusahaan MLM harus harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk bisa mendapat sertifikasi. Selain itu, perusahaan MLM yang menjadi anggota APLI ini hanyalah dibatasi pada perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi persyaratan sebagai perusahaan penjual langsung. Dari APLI inilah Anda akan mampu mengenali mana perusahaan yang MLM yang baik dan yang bukan.


    2. Memiliki Produk / Jasa Yang Dijual

    Produk yang dijual baik itu jasa atau fisik harus dapat dipertanggungjawabkan. Hal tidak kalah penting juga bahwa produk tersebut harus benar-benar dibutuhkan oleh banyak kalangan. Jadi, tidak asal memilih perusahaan dengan produk asal-asalah dan tidak begitu dibutuhkan masyarakat luas.

    Pada bisnis MLM abal-abal biasa mereka hanya mengedepankan sistem bisnis MLM-nya saja, sedangkan produknya tidak begitu dibutuhkan atau bahkan ada juga yang tidak memiliki kejelasan produknya seperti apa. Bisnis MLM yang tidak sehat lebih mengutamakan merekrut member baru, dan tidak harus menjual produknya.

    Mungkin Anda pernah menemui seseorang yang menggunakan produk MLM, namun orang tersebut tidak ikut menjalankan sistem bisnisnya. Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut adalah produk berkualitas dan sistem MLM yang dijalankan perusahaan tersebut juga bagus karena produknya bisa dibeli orang lain tanpa harus menjadi member dan menjalankan bisnisnya.


    3. Sistem Adil untuk Semua Anggota MLM

    Tidak heran jika banyak anggapan bahwa orang yang lebih duluan bergabung akan lebih dulu sukses ketimbang member baru. Sehingga jika bergabung terakhir akan sulit sukses dong ya?? Nah, ini dia disini terdapat kesalahan sistem oleh perusahaan. Sebab jika MLM model seperti ini boleh dikatakan kurang baik dan kurang menguntungkan semua pihak. Intinya perusahaan bisnis MLM ini tidak baik.

    Bisnis MLM yang baik akan menguntungkan bagi semua member yang mau berusaha keras, tidak perduli dia gabung duluan atau belakangan. Jadi, misalnya Anda bergabung lebih dulu di sebuah bisnis MLM dan tidak bekerja, tapi downline Anda yang bekerja keras untuk membangung jaringan Anda, maka yang akan sukses adalah downline Anda. Sedangkan Anda sendiri hanya bisa menonton kesuksesan downline Anda tersebut.


    4. Upline Memberi Dukungan Penuh Kepada Downline

    Sebelum Anda bergabung harus diperhatikan dengan cermat seperti apa cara kerja suatu perusahaan bisnis MLM tersebut. Apabila ada upline yang hanya ongkang-ongkang kaki setelah mengajak Anda bergabung kemudian tidak mengajarkan supaya berkembang berarti itu tandanya bukan perusahaan Multi Level Marketing yang baik. Setiap bisnis MLM yang baik dan sehat, para upline akan selalu aktif, baik dalam hal perekrutan member baru maupun dalam penjualan produk.

    Bisnis MLM dipandang baik dan sehat jika para upline memberikan dukungan, pelatihan, arahan kepada downlinenya agar sama-sama sukses. Lebih baik lagi jika upline mengharapkan kesuksesan Anda sebagai downline untuk bisa lebih menempati posisi puncak di perusahaan itu, tentunya itu merupakan kentungan bagi semua pihak. Pada dasarnya MLM yang baik akan bahu-membahu mewujudkan keberhasilan bersama, bukan keuntungan sebagian pihak saja.


    5. Memiliki Produk dengan Harga Masuk di Akal

    Perusahaan MLM sehat atau tidaknya bisa dilakukan penelitian berdasarkan harga produk jualan mereka. Produk harus terjamin kualitasnya, harga harus disesuaikan dengan kualitas produk jualannya. Jika sebuah MLM menjual produk yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran, maka bisa saya katakan bahwa MLM yang dikembangkan tidak sehat karena sangat rentan mengalami kebangkrutan.

    Harga produk berkali-kali lipat yang dibanderol sebuah perusahaan MLM bisa jadi adalah cara mereka untuk menutupi biaya untuk sistem yang mereka bangun. Tentu ini bukan sesuatu yang baik untuk jangka panjang. Pada bisnis MLM yang Baik dan sehat, penghasilan para membernya bukanlah dari harga produk yang dibanderol berkali-kali lipat, tapi dari jumlah pembeli barang yang banyak karena konsumen puas akan mutu produknya.


    6. Leader dan Support System yang Baik

    Apa yang saya sadari adalah memiliki perusahaan yang bagus bukan jaminan Anda akan sukses, karena banyak sekali kasus.. orang gonta ganti perusahaan. Tapi tetap saja tidak sukses. Jadi bukan lah hanya perusahaan yang penting, bukannya produknya yang penting, bukannya sistem nya yang penting, bukan trend nya yang penting, dll.

    Baca juga: Potensi Bisnis MLM Sebagai Pasif Income

    Apa yang paling membedakan adalah LEADER nya! Ya.. LEADER nya! kekuatan di bisnis MLM adalah duplikasi nya, jika LEADER Anda tidak bisa mengajarkan Anda cara yang terbukti efektif di era INTERNET. Maka Anda akan sangat sulit sekali  berkembang… yang akhirnya malah mencari bisnis MLM lain nya trus terus terus dan tidak ada yang maju. Support sistem ini akan membekali Anda dengan ilmu dan pengetahuan sukses di bisnis MLM, bedanya ilmu dan pengetahuan ini harus memiliki ETIKA, JUJUR, BENAR, dan EFEKTIF di jaman Internet.

    Apakah Bisnis MLM Potensial Sebagai Pasif Income?

    Pemasaran Jaringan - Mengenal Apa Itu Multi-Level Marketing (MLM)?

    mengenal sistem prinsip bisnis MLM
    Sumber ilustrasi via mlm.com
    Belajar Internet Marketing - Seperti namanya, Multi Level Marketing (MLM) merupakan sistem strategi penjualan langsung atau dalam bahasa Inggris dinamakan Direct Selling. Sebenarnya sistem penjualan langsung merupakan strategi pemasaran produk yang sudah ada bahkan digunakan sejak jaman dulu, namun dalam bentuk berbeda-beda. Pertukaran barang (barter), cara berdagang bangsa Arab dan bangsa Mongol termasuk sistem perdagangan dengan penjualan langsung. Penjualan langsung ditandai dengan hubungan langsung antara penjual dan calon pembeli (konsumen, pelanggan) ketika melakukan perpindahan produk. Transaksi terjadi secara langsung dari orang ke orang (man to man transaction).

    Faktanya setiap aktivitas ekonomi manusia tidak lepas dari penjualan langsung, setidaknya dalam hal branding image diri sendiri. Produk utamanya adalah kemampuan serta keahlian yang dimiliki dalam bidang tertentu. Contoh sederhananya ketika seorang dosen sebuah perguruan tinggi menjual keahliannya mentransfer ilmu kepada mahasiswa didiknya. Dalam hal ini orang tua/wali dari mahasiswa membayar atas "produk" para dosen tersebut melalui rektorat kampus tempat dimana sang dosen menjual kemampuan mengajarnya tersebut. Tak ubahnya dengan tukang kayu, tukang bangunan, dokter, advokad, tentara, karyawan pabrik, polisi dan pekerjaan profesional lainnya, sejatinya mereka “menjual diri” kepada konsumen sesuai dengan kapasitas keilmuan yang mereka miliki. Sekolah (pendidikan) boleh dibilang modal untuk dijual kembali kepada konsumen guna mencari penghasilan.

    Lalu apa hubungannya dengan bisnis MLM? Tak ada bedanya. Di bisnis MLM juga ada pembeli dan adanya penjual. Perbedaannya hanya terletak pada sistem MLM melakukan proses penjualan melalui member (penjual) kemudian mencari pelanggan lalu merekrutnya menjadi member (sebagai mitra usahanya) lalu mendidik mitra usaha tersebut untuk mencari pelanggan baru dan merekrutnya menjadi member demikian seterusnya kemudian dikenal proses ini sebagai Duplikasi dalam MLM. Para penjual di perusahaan dengan sistem MLM tidak diharuskan menjajakan produknya sambil keliling mencari calon konsumen, sebab proses transaksi antara penjual dan pembeli akan dilakukan dikantor keagenan terdekat. Bahkan untuk saat ini transaksi bisa dilakukan melalui media internet sehingga selain meluaskan jaringan juga efisiensi waktu bisa didapatkan.

    Ilustrasi alur distribusi MLM seperti gambar berikut ini


    alur distribusi bisnis MLM
    Sumber gambar via kdpbiz.com

    Sedangkan Ilustrasi alur distribusi bisnis Konvensional seperti gambar berikut ini



    alur distribusi bisnis konvensional
    Distribusi Konvensional
    Member perusahaan MLM membekali dirinya dengan sebuah-sepaket-sekujur katalog sebagai pengganti produk yg mereka pasarkan. 

    Maka dari itu setidaknya terdapat 3 poin yg membedakan antara pelaku bisnis MLM dengan penjual dibisnis konvensional, simak dibawah ini:


    1. Adanya komunikasi interaktif dan intensif antara member (penjual) dengan calon konsumen (pelanggan) tentang penjelasan kualitas produk perusahaan
    2. Adanya pengetahuan member MLM tentang produk (product knowladge) yang dipasarkan lebih cakap jika disandingkan dengan sistem penjualan lain
    3. Keuntungan yang diterima penjual MLM terdiri atas dua hal, yaitu bonus yang dibayar oleh perusahaan dan keuntungan penjualan langsung dari produknya itu sendiri.

    Bonus dibayarkan atas peningkatan omset sang member beserta seluruh jaringannya untuk perusahaan. Keuntungan penjualan adalah selisih harga antara harga member yang dibayarkan member kepada perusahaan dengan harga yang dibayar oleh konsumen bukan member kepada member.

    Jenis bonus bisnis MLM sangatlah beragam tergantung dari perusahaan masing-masing dan jenjang karier membership, dari upline hingga downline, sehingga kemudian dinamakan sistem multi level marketing. Pelaksanaannya dengan menggabungkan dua macam komoditas yaitu produk perusahaan MLM dan jasa pelayanan transaksi untuk memuaskan konsumen dan pelanggan.

    Demikian ulasan singkat mengenai Apakah Bisnis MLM Itu Potensial Sebagai Parif Income?, agar lebih memahami tentang MLM Online dan informasi seputar MLM Syariah bisa mengakses Support System. Terimakasih banyak atas knjungannya di Pemasaran Jaringan. Salam Sukses Selalu!!

    ^MLM Online^ Potensi Bisnis Pemasaran Masa Depan

    Pemasaran Jaringan - Pada kesempatan lalu pernah saya ulas sedikit banyak tentang bisnis MLM online, kebetulan saya sendiri pelaku aktif dibisnis ini hingga tulisan ini dibuat. Tak sedikit orang berpandangan negatif dan salah tentang bisnis MLM, dulunya saya pun termasuk. Lalu dimana letak anggapan salah tersebut? Kebanyakan mengira setiap bisnis jaringan atau network marketing disebutnya MLM, parahnya lagi bisnis modus Money Game dianggapnya sebagai bisnis MLM sehat. Terus terang awalnya saya tidak suka dan bisa dibilang Anti-MLM, sebelum akhirnya saya bertemu dengan Bisnis MLM Online yang menurut penilaian saya lebih memberikan pencerahan dengan sistem pemasaran masuk akal.


    seberapa besar potensi mlm online
    Sumber gambar via moneyinnovations.com
    Ada juga sebuah perusahaan bisnis MLM waktu itu sedang gencar-gencarnya promosi baik di media online maupun offline, dan mengkalim bahwa perusahaan itu sedang "berkembang" bahkan promosi mereka dibarengi oleh para tokoh pejabat negara. Namun, ntah kenapa saya sama sekali tidak tertarik mengikuti program dari perusahaan tersebut.

    Saya menjalankan bisnis MLM hanya via media internet saja, sebab tidak pandai merangkai kata ketika harus menjajakkan produk secara konvensional. Bukan sedang memaksakan kehendak, ataupun egois, tidak. Sama sekali hanya sedang nyaman saja menjalankan bisnis MLM online. Jadi tidak kerepotan harus pergi kesana kemari,sebab semua modul sudah tersedia didepan mata (internet).

    Seberapa Besar Potensi Bisnis MLM Online?


    Menurut hemat saya, model bisnis apapun diperlukan ketekukan serta kerja nyata guna mendapatkan hasil akhir sesuai harapan pelakunya. Setali tiga uang dengan model bisnis MLM online, saya rasa jika ingin berhasil harus dibarengi perjuangan. Menjalankan prosedur pemasaran sesuai dengan "Marketing Plan" perusahaan masing-masing tanpa menjelekan model pemasaran lainnya akan lebih baik.

    Saat menulis artikel ini dibuat, saya sudah memiliki member sekitar 240 mitra dengan 54 orang diantaranya menjadi mitra aktif saya. Sangat bersyukur walaupun hanya 20% saja itulah pencapaian terbaik saya sebagai mantan Anti-MLM.

    Saya yakin tidak semua orang membenci atau menyangsikan potensi bisnis MLM. Mungkin saja diantara Anda ada yang berminat mengikuti Model Bisnis MLM Online. Namun, ada baiknya tidak lantas bergabung begitu saja. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Sebaiknya kita mempelajari terlebih dahulu tentang perusahaannya, sistem pemasarannya, potensi bisnis kedepannya, potensi penghasilan, dan lain-lainnya.

    Artikel terkait: Bisnis MLM Syariah Terbaru


    Dibawah ini beberapa tips sebelum memilih bisnis MLM online, sehingga tidak terjebak pada sistem MLM yang akan merugikan Anda:

    Poin Pertama: Perhatikan produk yang dijual

    Akan lebih baik jika perusahaan MLM yg akan diikuti tidak memiliki banyak jenis produk. Misalnya hanya fokus dibidang ksehatan dan suplemen herbal saja. Sehingga memudahkan ketika memesarkan produknya kepada calon mitra bisnis Anda.

    Poin Kedua: Produk jualan berkualitas baik

    Kualitas produk jualan akan sangat berpengaruh kepada tingkat kepercayaan konsumen. Tentunya kita tidak ingin bergabung dengan MLM dengan produk murahan bukan?, produk tidak mujarab, dan serta memiliki citra buruk dihadapan konsumen. Pastikan bahwa produk tersebut memang sangat dibutuhkan oleh calon konsumen, seperti contoh diatas; produk kecantikan, produk kesehatan, itu masih menjadi kebutuhan bagi banyak orang.

    Poin Ketiga: Seperti apa reputasi MLM tersebut?

    Memilih sebuah perusahaan bonafid akan sangat menguntungkan Anda. Perusahaan seperti ini biasanya sudah mempunyai banyak cabang atau distributor yang telah berhasil dan sangat dikenal baik oleh publik.



    Baca juga: Rahasia Sukses Bisnis Pemasaran Jaringan Terbaru

    Poin Keempat: Pastikan MLM tersebut memiliki support system
    Sistem pendukung sangat dibutuhkan oleh mereka yang bergabung di bisnis MLM entah itu bisnis lewat media internet maupun bisnis secara konvensional, baik itu untuk membantu follow up, membantu aktivitas promosi, serta kepentingan lain guna mengembangkan perusahaan MLM tersebut kearah lebih baik. Support System di bisnis MLM Online yang saya ikuti terbilang sangat bagus sebab hanya perlu sedikit promosi saja maka memberpun berdatangan dengan bantuan sistem pendukung tersebut.


    cara duplikasi MLM syariah online

    Demikian ulasan singkat mengenai Potensi Bisnis MLM Online, sehingga bisa mengetahui dari mana harus memulai dan kemana akan melabuhkan pilihan tepat. Bisnis MLM Online sejatinya tetap saja membutuhkan modal, baik itu tenaga, pikiran dan materi, namun tidak sebesar modal pemasaran berjenjang konvensional. Sistem bisnis yang telah dibuat mudah, canggih, powerfull akan memudahkan kita ketika bergelut didalamnya. Sekarang pilihan mutlak ada pada Anda, sebab kesuksesan atau kegagalan akan dirasakan oleh siapa saja. Selamat berjuang, salam sukses!!

    Adakah Kebohongan Dalam Bisnis Multi Level Marketing?


    kebohongan bisnis multi-level marketing
    Illustrasi MLM via aktual.com

    Saya posting artikel ini bukan untuk bermaksud menakut-nakuti melainkan ingin mengajak Anda pembaca sekalian untuk "Open Mind" dalam menyikapi suatu hal tak terkecuali menyikapi sebuah strategi bisnis pemasaran jaringan di era persaingan ketat seperti saat ini. Momentum bisnis online MLM ini sangat diburu oleh pelaku bisnis pemasaran jaringan.

    Informasi ini saya dapat dari seorang teman facebooker > linknya disini, kemudian saya posting ulang guna menambah wawasan kepada rekan-rekan permbaca sekalian.

    Berikut ini diantara beberapa bahasan yang dimaksudkan untuk dimintai komentarnya sebagai media menambah ilmu, khususnya tentang Potensi Pemasaran Jaringan yang sesuangguhnya. Silakah berikan masukan dan komentarnya apa tanggapan Anda tentang pernyataan dibawah ini:

    Kebohongan No. 1:
    MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain.

    Kebenaran:
    Bagi hampir semua orang yang menanamkan uang, MLM berakhir dengan hilangnya uang. Kurang dari 1% distributor MLM mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi. Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini. Namun, kalau toh bisnis ini lebih berkelayakan, perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menopang sejumlah kecil pemenang. Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup, maka 1000 orang downline tadi akan memerlukan sejuta orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. Jadi, berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung? Banyak hal yang tampak sebagai pertumbuhan pada kenyataannya adalah pengorbanan distributor baru secara terus-menerus. Uang yang masuk ke kantong elite pemenang berasal dari pendaftaran para pecundang. Dengan tidak adanya batasan jumlah distributor di suatu daerah dan tidak ada evaluasi tentang potensi pasar, sistem ini dari dalamnya sudah tidak stabil.

    Kebohongan No. 2:
    Network marketing (pemasaran mengandalkan jaringan) adalah cara baru yang paling populer dan efektif untuk membawa produk ke pasar.Konsumen menyukai membeli produk dengan cara door-to-door.

    Kebenaran:
    Jika anda mengikuti aktivitas andalan MLM berupa penjualan keanggotaan secara terus-menerus dan mengamati hukum dasarnya, yakni penjualan eceran satu-satu ke konsumen, anda akan menemukan sistem penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis. Penjualan eceran satu-satu ke konsumen merupakan cara kuno, bukan trend masa depan. Penjualan secara langsung satu-satu ke teman atau saudara menuntut seseorang untuk mengubah kebiasaan belanjanya secara drastis.
    Seseorang pasti mendapatkan bahwa pilihannya terbatas, kerap kali membayar lebih mahal untuk sebuah produk, membeli dengan tidak nyaman, dan dengan kagok mengadakan transaksi bisnis dengan teman dekat atau saudara. Ketidak-layakan (unfeasibility) penjualan door-to-door inilah yang menjadi alasan kenapa pada kenyataannya MLM merupakan bisnis yang terus-terusan menjual kesempatan menjadi distributor.

    Kebohongan No. 3:
    Di suatu saat kelak, semua produk akan dijual dengan model MLM. Para pengecer, mall, katalog, dan sebagian besar pengiklanan akan mati karena MLM.

    Kebenaran:
    Kurang dari 1% dari keseluruhan penjualan dilakukan melalui MLM dan banyak volume dari penjualan ini terjadi karena pembelian oleh para distributor baru yang sebenarnya membayar biaya pendaftaran untuk sebuah bisnis yang selanjutnya akan dia tinggalkan. MLM tidak akan menggantikan cara-cara pemasaran yang sekarang ada. MLM sama sekali tidak bisa menyaingi cara-cara pemasaran yang lain. Namun yang lebih pasti, MLM melambangkan program investasi baru yang meminjam istilah pemasaran dan produk. Produk MLM yang sesungguhnya adalah keanggotaan (menjadi distributor) yang dijual dengan cara menyesatkan dan membesar-besarkan janji mengenai pendapatan. Orang membeli produk guna menjaga posisinya pada sebuah piramid penjualan. Pendukung MLM senantiasa menekankan bahwa anda dapat menjadi kaya, jika bukan karena usaha keras anda sendiri maka kekayaan itu berasal dari seseorang yang tidak anda kenal yang mungkin akan bergabung dengan downline anda, atau istilah orang MLM “big fish”. Pertumbuhan MLM adalah perwujudan bukan dari nilai tambahnya terhadap ekonomi, konsumen, maupun distributor, namun lebih merupakan perwujudan dari tingginya ketakutan ekonomi dan perasaan tidak aman serta meningkatnya impian untuk menjadi kaya dengan mudah dan cepat. MLM tumbuh dengan cara yang sama dengan tumbuhnya perjudian dan lotere.

    Kebohongan No. 4:
    MLM adalah gaya hidup baru yang menawarkan kebahagiaan dan kepuasan. MLM merupakan cara untuk mendapatkan segala kebaikan dalam hidup.

    Kebenaran:
    Daya tarik paling menyolok dari industri MLM sebagaimana yang disampaikan lewat iklan dan presentasi penarikan anggota baru adalah ciri materialismenya. Perusahaan-perusahaan besar Fortune 100 akan tumbang sebagai akibat dari janji-janji kekayaan dan kemewahan yang disodorkan oleh penjaja MLM. Janji-janji ini disajikan sebagai tiket menuju kepuasan diri. Pesona MLM yang berlebihan mengenai kekayaan dan kemewahan bertentangan dengan aspirasi sebagian besar manusia berkaitan dengan karya yang bernilai dan memberikan kepuasan untuk sesuatu yang menjadi bakat dan minatnya. Singkatnya, budaya bisnis MLM membelokkan banyak orang dari nilai-nilai pribadinya dan membelokkan aspirasi seseorang untuk mengekspresikan bakatnya.

    Kebohongan No. 5:
    MLM adalah gerakan spiritual.

    Kebenaran:
    Peminjaman konsep spiritual (kerokhanian) seperti kesadaran akan kemakmuran dan visualisasi kreatif untuk mengiklankan keanggotaan MLM, penggunaan kata-kata seperti “komuni” untuk menggambarkan kelompok penjualan, dan klaim bahwa MLM merupakan pelaksanaan prinsip-prinsip Kristiani atau ajaran-ajaran Injili adalah penyesatan besar dari ajaran-ajaran rokhani. Mereka yang memusatkan harapan dan impiannya pada kekayaan dalam doa-doanya jelas kehilangan pandangan akan spiritualitas murni sebagaimana yang diajarkan oleh semua agama yang dianut umat manusia. Penyalahgunaan ajaran-ajaran spiritual ini pastilah pertanda bahwa penawaran investasi MLM merupakan penyesatan. Jika sebuah produk dikemas dengan bendera atau agama tertentu, waspadalah! “Komunitas” dan “dukungan” yang ditawarkan oleh organisasi MLM kepada anggota baru semata-mata didasarkan pada belanjanya. Jika pembelanjaan dan pendaftarannya menurun, maka menurun pula “komuni” tersebut.

    Kebohongan No. 6:
    Sukses dalam MLM itu mudah. Teman dan saudara adalah prospek. Mereka yang mencintai dan mendukung anda akan menjadi konsumen anda seumur hidup.

    Kebenaran:
    Komersialisasi ikatan keluarga dan persahabatan yang diperlukan bagi jalannya MLM adalah unsur penghancur dalam masyarakat dan sangat tidak sehat bagi mereka yang terlibat. Mencari keuntungan dengan memanfaatkan ikatan keluarga dan kesetiakawanan sahabat akan menghancurkan jiwa sosial seseorang. Kegiatan MLM menekankan pada hubungan yang mungkin tidak akan bisa mengembalikan pertalian yang didasarkan atas cinta, kesetiaan, dan dukungan. Selain dari sifatnya yang menghancurkan, pengalaman menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali orang yang menyukai atau menghargai suasana dirayu oleh teman atau saudara untuk membeli produk.

    Kebohongan No. 7:
    Anda dapat melakukan MLM di waktu luang. Sebagai sebuah bisnis, MLM menawarkan fleksibilitas dan kebebasan mengatur waktu. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan pendapatan yang besar dan dapat berkembang menjadi sangat besar sehingga kita tidak perlu lagi bekerja yang lain.

    Kebenaran:
    Pengalaman puluhan tahun yang melibatkan jutaan manusia telah menunjukkan bahwa mencari uang lewat MLM menuntut pengorbanan waktu yang luar biasa serta ketrampilan dan ketabahan yang tinggi. Selain dari kerja keras dan bakat, MLM juga jelas-jelas menggerogoti lebih banyak wilayah kehidupan pribadi dan lebih banyak waktu. Dalam MLM, semua orang dianggap prospek. Setiap waktu di luar tidur adalah potensi untuk memasarkan. Tidak ada batas untuk tempat, orang, maupun waktu. Akibatnya, tidak ada lagi tempat bebas atau waktu luang begitu seseorang bergabung dengan MLM.
    Dibalik selubung mendapatkan uang secara mandiri dan dilakukan di waktu luang, sistem MLM akhirnya mengendalikan dan mendominasi kehidupan seseorang dan menuntut penyesuaian yang ketat pada program-programnya. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa begitu banyak orang tenggelam begitu dalam dan akhirnya menjadi tergantung sepenuhnya kepada MLM. Mereka menjadi terasing dan meninggalkan cara-cara hubungan yang lain.

    Kebohongan No. 8:
    MLM adalah bisnis baru yang positif dan suportif mendukung) yang memperkuat jiwa manusia dan kebebasan pribadi.

    Kebenaran:
    MLM sebagian besar berjalan karena adanya ketakutan. Cara perekrutan selalu menyebutkan ramalan akan runtuhnya model-model distribusi yang lain, runtuhnya kekokohan ekonomi Amerika, dan sedikitnya kesempatan di bidang lain (profesi atau jasa). Profesi, perdagangan, dan usaha konvensional terus-menerus dikecilkan artinya dan diremehkan karena tidak menjanjikan “penghasilan tak terbatas”. Menjadi karyawan adalah sama dengan perbudakan bagi mereka yang “kalah”. MLM dinyatakan sebagai tumpuan terbaik terakhir bagi banyak orang. Pendekatan ini, selain menyesatkan kerapkali juga menimbulkan dampak menurunkan semangat bagi orang yang ingin meraih kesuksesan sesuai visinya sendiri tentang sukses dan kebahagiaan. Sebuah bisnis yang sehat tidak akan menunjukkan keunggulannya dengan menyajikan ramalan-ramalan buruk dan peringatan-peringatan menakutkan.

    Kebohongan No. 9:
    MLM merupakan pilihan terbaik untuk memiliki bisnis sendiri dan mendapatkan kemandirian ekonomi yang nyata.

    Kebenaran:
    MLM bukanlah self-employment (usaha mempekerjakan sendiri) yang sejati. “Memiliki” keanggotaan distributor MLM hanyalah ilusi. Beberapa perusahaan MLM melarang anggotanya memiliki keanggotaan MLM lain. Hampir semua kontrak MLM memungkinkan dilakukannya pemutusan keanggotaan dengan gampang dan cepat. Selain dari putus kontrak, downline dapat diambil alih dengan berbagai alasan. Keikutsertaan dalam MLM menuntut orang untuk meniru model yang ada secara ketat, bukannya kemandirian dan individualitas. Distributor MLM bukanlah pengusaha (enterpreneur), namun hanya pengikut pada sebuah sistem hirarki yang rumit di mana mereka hanya punya sedikit kendali.

    Kebohongan No. 10:
    MLM bukan program piramid karena ada produk (barang) yang dijual.

    Kebenaran:
    Penjualan produk sama sekali bukan penangkal bagi MLM untuk lolos dari undang-undang anti program piramid, juga bukan jawaban atas tuduhan tentang praktek perdagangan yang tidak sehat (unfair) sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang negara bagian maupun federal. MLM bisa menjadi bisnis yang legal jika sudah memenuhi prasyarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh FTC (Federal Trade Commission) dan Jaksa Agung negara bagian. Banyak MLM jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut dan sementara ini tetap beroperasi karena belum ada yang menuntut. Ketentuan pengadilan baru-baru ini menetapkan angka 70% untuk menentukan legalitas MLM. Maksudnya, minimal 70% produk yang dijual MLM harus dibeli oleh konsumen non-distributor. Ketentuan ini tentu saja akan membuat hampir semua MLM masuk kategori melanggar hukum. Para pelaksana MLM terbesar mengakui bahwa mereka hanya menjual 18% produknya ke non-distributor.

    10 Kebohongan Besar Multi Level Marketing
    Bisnis MLM tumbuh dan perusahan-perusahaan MLM pun bermunculan.Kegiatan penarikan anggota ada di mana-mana. Akibatnya, terkesan seolah-olah bisnis ini merupakan gelombang bisnis masa depan, model bisnis yang sedang mendapatkan momentum, semakin banyak diterima dan diakui secara legal, dan sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para penggagasnya, MLM akan menggantikan sebagian besar model pemasaran dan penjualan jenis lain. Banyak orang menjadi percaya dengan pengakuan bahwa keberhasilan dapat diperoleh siapa saja yang secara setia mengikuti sistem ini dan menerapkan metode-metodenya, dan bahwa pada akhirnya semua orang akan menjadi distributor MLM.

    Dengan pengalaman selama 14 tahun di bidang konsultan korporat untuk bidang distribusi dan setelah lebih dari 6 tahun melakukan riset dan menulis mengenai MLM, saya berhasil mengumpulkan informasi, fakta, dan masukan-masukan yang menunjukkan bahwa bisnis MLM pada dasarnya adalah kebohongan pasar bebas. Hal ini bisa dianalogikan dengan menyebut pembelian tiket lotere sebagai “usaha bisnis” dan memenangkan hadiahnya sebagai ” pendapatan seumur hidup bagi siapa saja”. Validitas pernyataan industri MLM tentang potensi pendapatan si distributor, penjelasannya yang mengagumkan tentang model bisnis jaringan, dan pengakuannya tentang penguasaan dalam distribusi produk adalah persis seperti validitas penampakan makhluk UFO.

    Legalitas sistem MLM hanya didasarkan pada sebuah keputusan pada tahun 1979 untuk satu perusahaan. Petunjuk pelaksanaan secara legal yang dikemukakan dalam keputusan tersebut secara terus-menerus diabaikan oleh pelaku industri MLM. Kurangnya aturan maupun pemantauan oleh pihak yang berwenang juga menjadi sebab kenapa industri ini tetap bertahan walaupun ada beberapa tuntutan oleh Jaksa Agung negara bagian maupun Komisi Perdagangan Federal.
    Prestasi ekonomi MLM selalu ditandai dengan angka kegagalan yang tinggi dan kerugian finansial bagi jutaan orang.

    Struktur MLM, di mana posisi pada rantai penjualan yang tak berujung dicapai dengan cara menjual atau membeli barang, secara matematis tidak bisa dipertahankan. Juga, system MLM yang memungkinkan direkrutnya distributor dalam jumlah tak terbatas dalam suatu kawasan pemasaran jelas-jelas tidak stabil. Bisnis inti MLM, yakni penjualan langsung, berlawanan dengan trend dalam teknologi komunikasi yakni distribusi yang cost-effective (berbiaya rendah), dan ketertarikan membeli pada pihak konsumen. Kegiatan penjualan secara eceran dalam MLM pada kenyataannya merupakan topeng dari bisnis utamanya, yaitu menggaet pemilik uang (investor) ke dalam organisasi pyramid yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan yang berlipat-ganda.


    Sebagaimana pada semua program piramid, pendapatan para distributor di posisi puncak dan keuntungan para perusahaan pemberi sponsor berasal dari masuknya para investor (penanam uang) baru secara terus-menerus di tingkat bawah. Jika dilihat secara kasar dari segi keuntungan perusahaan dan kekayaan kelompok elite di posisi puncak, model MLM akan tampak seolah-olah tidak akan ada matinya bagi, persis seperti program pyramid sebelum akhirnya tumbang atau dituntut oleh pihak berwenang. Konstituen atau penopang utama industri MLM bukanlah publik konsumen namun para penanam uang yang menaruh harapan.


    Pasar bagi para penanam uang ini tumbuh subur di saat-saat terjadinya perubahan ekonomi, globalisasi, dan PHK karyawan. Janji-janji tentang perolehan finansial dengan mudah serta kaitan antara kekayaan dengan kebahagiaan tertinggi juga berperan besar dalam kondisi pasar ini. Karenanya, arah pemasaran MLM ditujukan terutama kepada calon (prospek) distributor, bukannya berupa promosi produk ke para pembeli. Produk MLM yang sesungguhnya bukanlah jasa SLJJ, vitamin, atau krim kulit, namun program investasi bagi para distributor yang secara menyesatkan digambarkan dengan pendapatan tinggi, penggunaan waktu sedikit, modal kecil, dan sukses dalam waktu singkat.


    Demikian ulasan tentang Adakah Kebohongan Dalam Bisnis MLM? Semoga menambah wawasan seputar pemasaran jaringan yang baik dan benar.
    Sumber:
    Robert L. Fitzpatrick is co-author with Joyce K. Reynolds of the newbook, False Profits: Seeking Financial and Spiritual Deliverance in Multi-Level Marketing and Pyramid Schemes, published by Herald Press in Charlotte, NC ISBN: 0-9648795-1-4)

    PERBEDAAN MONEY GAME DAN MLM YANG BENAR

    PERBEDAAN MONEY GAME MLM
    Perbedaan antara Bisnis Network Marketing Indonesia (NM) dengan Money Game (MG) diantaranya sebagai berikut:

    1. Hampir Tidak Ada Biaya Pendaftaran Kememberan

    MLM : pendaftaran sebagai member dalam bisnis MLM kecil karena hanya untuk mengganti biaya administrasi, seperti brosur, tas, starterkit, sampel produk, dll. Pendaftaran member baru.

    MG : Pada bisnis money game, biasanya uang pendaftarannya sangat besar, biasanya disertai dengan kewajiban membeli paket produk yg tidak terlalu dibutuhkan karena manfaatnya yang tidak terlalu besar untuk kehidupan masyarakat umum sehari-hari.

    Baca juga: Tips Memasang Iklan Tertarget

    Ada juga MG yang biaya pendaftarannya begitu kecil (bahkan dibawah Rp 100rb, dan ada juga yang 10rb atau 20rb saja), tanpa ada produk yang ditawarkan, yang justru makin kelihatan bahwa dalam transaksi yang dilakukan, tidak ada produk yang dijual, dan hanya ada perputaran uang yang tidak jelas arahnya. Otomatis, yang mendaftar (agar tidak rugi) harus mencari orang sebanyak mungkin, yang mau membayar untuk dia.

    e-Miracle : biaya yang dikeluarkan tidak hanya biaya pendaftaran, tetapi juga sudah termasuk mendapatkan produk perdana yang digunakan untuk menjalankan amal-usaha bersama, kerja tim, dan sudah masuk dalam sistem IT perusahaan berupa Web Support bagi setiap membernya GRATIS.

    Biaya yang dikeluarkan ditukar dengan produk berupa supplement herbal dan produk kecantikan untuk menunjang aktivitas keluarga anda sehari-hari.

    BUKAN berskema “Matahari”, yang hasil akhirnya akan merugikan mitra, karena mengeksploitasi kerja keras downline, dan downline yang bekerja keras, sekeras apapun, tidak akan memiliki kesempatan penghasilan lebih besar dari upline, karena tetap berpusat pada upline yg berada di posisi paling tengah.

    Berskema BINARY (2 kaki, seperti normal manusia pada umumnya),dan setiap ada yang aktivasi, hanya ditaruh dibawah yang lainya,walapun tidak saling mengenal. Dengan sistim ini, upline dan downline memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki penghasilan yang besar. Hanya, perbedaannya, karena upline gabung terlebih dahulu, ia memiliki peluanq sedikit lebih besar. Karena apapun usahanya, waktu adalah pedang. Yang lebih cepat bergerak dan berikhtiar, akan memiliki kesempatan lebih besar, dan tetap tidak menutup kemungkinan, downline mendapat penghasilan lebih besar, karena ikhtiarnya lebih kuat. Sudah banyak buktinya,seperti mba Yufita Ernawati, dan mba Bella Fradytya, serta masih banyak lagi.

    2. Produk

    o Produk yang dijual di MLM:

    Memiliki ijin Depkes, BPOM, atau bersertifikat luar negeri.
    Mudah dijual di pasaran karena harga dan kualitas masih rasional bagi konsumen.
    Usaha masih dapat berjalan meski tidak memiliki downline.
    Perusahaan memberi jaminan terhadap produk yang dijual.
    Perusahaan memiliki departemen khusus yang menangani Penelitian dan Pengembangan produk.

    o Sedangkan pada bisnis money game:

    Produk biasanya tidak bisa atau sulit sekali dijual, bahkan pelaku sendiri enggan memakainya.
    Membership lebih penting dari produk atau dengan istilah lain tujuan dari transaksi adalah komisi dan bukan produk.
    Produk hanya ilusi yang sebenarnya berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan nilai uang yang dibayarkan, atau produk yang sulit dijual di pasaran.

    3. Marketing Plan

    MLM : Perusahaan MLM yang murni memiliki planning pemasaran yang jelas, darimana asal keuntungannya, level atau peringkat yang bisa dicapai, passive income, aturan main, dan kode etik bagi member. Bonus yang diperoleh adalah berdasarkan OMZET penjualan. Bisnis MLM tidak mengenal sistem binary ataupun piramid dalam marketing plan-nya, tetapi menganut win-win solution sistem. Profit yang diperoleh upline mendatangkan profit juga bagi downline-nya. Ada prinsip keadilan dalam bisnis, dimana downline yang lebih giat dan fokus dalam bekerja bisa memperoleh profit atau peringkat karier lebih tinggi dari upline-nya
    MG : Sedangkan pada Money game, berlaku sistem binary ataupun piramid, dimana upline pasti dapat untung lebih besar. Bonus yang diperoleh adalah berasal dari Biaya Pendaftaran para membernya.

    e-Miracle Wisatahati: PT. WEHA DINAMIKA SELARAS memiliki sistim bagi hasil yang jelas, yakni MUROBAHAH (jual beli lepas) sehingga satu sama lain tidak ada yang dirugikan, sebaliknya justru mendapatkan keuntungan tanpa batas bagi mitra yang giat dan tekun menjalankan amal-usahanya.

    Menggunakan Networking, sebagai marketing plan. (Multi Level Marketing, pasti Networking. Tetapi, Networking, belum tentu Multi Level Marketing).

    Win-win solution.
    Menggunakan sistem binary, dua kaki, dimana justru dengan sistem ini tidak ada yng dirugikan. Semisal, si A, mensponsori si B dan si C. Begitu si D masuk dalam sponsor A, si D diletakkan di bawah si C, dan ketika E juga msuk sponsor A, diletakkan di bawah B. B dan C, belum bergerak, tetapi sudah memiliki perkembangan jaringan yang saling berkesinambungan satu sama lain. Dengan sistim binary yang saling mengisi, akan menjadi kekuatan bagi tim, karena baik upline maupun dowline, akan tetap terus membantu dan dapat dipantau di website akun cyber office milik pribadi. Cyber office, menunjukkan bahwa sistim dalam PT. DNI dan DGC sangat transparan dan terbuka kepada semua member atau anggotanya. Misal si B dan C tidak bergerak juga tidak ada yang dirugikan, karena kesuksesan kita bukan dari memanfaatkan orang lain dan dimanfaatkan orang lain. Tapi, tergantung kita sendiri, dipengaruhi oleh semangat juang dan etos kerja yang tinggi. Si B dan C yang bergabung untuk mengambil manfaat kartu keanggotaan, juga sudah diuntungkan dengan diskon belanja, pulsa murah, hemat BBM, selamanya.

    4. Surat Ijin APLI dan WFDSA.

    APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) dan WFDSA (World Federation of the Direct Selling Associations), merupakan organisasi yang beranggotakan perusahaan MLM Direct Selling (Penjualan langsung) murni. Dalam organisasi ini ada departemen yang menyelidiki tentang sistem bisnis MLM apakah sesuai aturan atau tidak. Kedua organisasi tersebut juga berperan dalam memberi masukan kepada pemerintah tentang konsep MLM yang sebenarnya. Perusahaan moneygame tidak tergabung dalam keanggotaan APLI dan WFDSA.

    5. Pelatihan dan Support System

    Perusahaan MLM memberikan pelatihan-pelatihan mengenai produk, “speciality skill” yang diperlukan untuk memasarkan produknya, leadership, marketing, pengembangan diri, dll. Perusahaan juga menyediakan support system untuk membantu perkembangan bisnis untuk para mitranya yang telah dibuktikan oleh upline aktif.
    Pada perusahaan money game biasanya menggunakan model pelatihan motivasi untuk ‘cuci otak’, memotivasi terus menerus kepada member agar terbina loyalitas dan semangat robotiknya. Seringkali member berubah menjadi tanpa perasaan, hilang sisi kemanusiaan dan rasionalitasnya.
    PT. WEHA DINAMIKA SELARAS melalui e-Miracle Quantum System (EQS) memberikan pelatihan motivasi dengan melatih kepekaan empati dan simpati terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar, yang membuat kita ingat dan lebih mensyukuri keadaan kita yang jauh lebih baik daripada yang dibawah kita. Hasil akhirnya adalah, menjauhi sikap kufur nikmat dengan tetap berikhtiar semaksimal mungkin karena kita sebenarnya jauh lebih mampu daripada mereka yang mungkin terlihat tidak mampu karena kondisinya, tetapi ternyata mereka lebih hebat ikhtiarnya daripada kita yang memiliki kondisi jauh lebih baik. Menambah kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan melatih public speaking, teknik marketing (dalam usaha apapun, pasti membutuhkan teknik pemasaran), serta hal positif lainnya, yang berefek pada pengembangan diri tiap personal menjadi lebih baik.

    Berdasarkan uraian di atas, Apakah cukup jelas bagi Anda? Anda bisa memperhatikan dengan jeli, ringkasan ciri-ciri yang terdapat pada uraian diatas untuk membedakan -secara praktis-, apakah “itu” adalah money game, multi level marketing atau bukan.

    Apapun sistem marketing plan perusahaan untuk menjual produk, selama yang menjual, yang perantara (distributor/agen), dan konsumen sebagai pembeli sama diuntungkan semua dan tidak ada yang dirugikan, maka transaksi yang dilakukan pasti barokah dan tidak ada unsur haram, riba, maupun syubhat, dengan catatan dalam transaksi tersebut bersimbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Selengkapnya simak terstimoni mitra nasional di Web Support e-Miracle Wisatahati

    SALAM SEHAT BERKAH

    BISNIS MLM SYARIAH TERBARU 2016

     
    MLM Syariah terbaru
    Credit by http://agneta.org


    Pemasaran Jaringan - Bicara soal Bisnis MLM itu saya ibaratkan menanam benih pohon yang sangat kecil bahkan belum tumbuh.

    Anda berharap dan bermimpi benih pohon ini akan menjadi pohon yang sangat besar. Dimana puluhan burung-burung hinggap di pohon ini. Dan setiap musimnya pohon ini akan berbuah lebat. Keluarga anda, dan anak-cucu anda akan memetik buah dari pohon ini sampai habis buahnya. Tapi ketika habis buahnya, anda tidak khawatir. Karena pohon ini akan kembali berbuah, dan keluarga anda akan puas makan dari pohon itu. Demikian seterusnya sepanjang masa. Dengan impian itu, anda mulai menanam.

    Maka anda mulai membenamkan sebuah benih ke dalam tanah….

    Ketika anda menanam benih itu, belum ada yang dapat anda petik daripadanya. Benih itu bukan saja belum berbuah, bahkan daun dan akarnya pun belum nampak.

    Setiap hari anda menyiram benih ini, dan anda rajin memberi makan dengan pupuk…

    Walau belum berbuah, anda tetap terus berharap. Benih ini masih makan dari pupuk yang anda sebar, dan dari air yang anda siram. Tanpa bantuan anda, benih ini akan mati.

    Anda dengan sabar menunggu hari-demi-hari. Dan benih itu mengeluarkan dua pucuk daunnya yang kecil.

    Baru ada dua pucuk daun keluar dari tanah. Anda tidak berharap benih ini akan mengeluarkan buah. Anda masih sabar, dan terus menyiram dan memberi pupuk.

    Sekarang mulai ada ayam-ayam dan bebek-bebek yang mengganggu. Perjalanan unggas-unggas ini bisa membuat benih mudah ini mati. Maka anda membuat pagar di sekeliling benih muda ini, agar tidak mati terinjak-injak.

    Setelah bulan lewat bulan, pohon kecil mulai meninggi. Walau belum ada buah, anda masih sabar dan melarang anak-cucu anda memanjat pohon kecil ini agar tidak mati. Sekarang akar pohon ini mulai melebar dan melebar, pohon ini mulai mencari makan dan minum sendiri dari tanah di bawahnya.

    Baca: Trend Bisnis Bulan Ramadhan

    Akhirnya masa yang dinanti berlalu. Pohon sudah tinggi, dan akarnya sudah kuat menancap di dalam bumi. Dia tidak perlu diberi makan dan tidak perlu diberi minum. Tunggulah pohon ini mulai berbuah, maka dia akan memberi anda buahnya setiap musim. Dan ketika buahnya habis, janganlah khawatir, karena dia akan berbuah pula di musim depan. Suatu ketika anda akan berpulang, namun pohon ini akan menjadi warisan anda dan akan terus berbuah setiap musim untuk dimakan anak dan cucu anda.

    DEMIKIAN PULA BISNIS MLM 

    Ketika anda mulai membangun bisnis ini, sama dengan membenamkan satu benih ke dalam tanah…

    Satu dua orang bergabung menjadi downline di jaringan anda. Jangan berharap apa-apa, masih memerlukan waktu lama sebelum jaringan anda berbuah.

    Jaringan muda ini memerlukan makan dan minum dari tangan anda. Anda yang harus memotivasi, menggerakkan dan mengajar mereka. Biarkan downline-downline muda ini belajar dari melihat dan meneladani anda setiap hari.

    Jangan membunuh jaringan ini. Dengan membiarkan jaringan muda ini berjalan sendiri, maka anda mirip dengan membunuh benih di dalam tanah. Teruslah merawat dengan tangan anda, jangan berharap apa-apa dulu daripadanya.

    Maka bulan lewat bulan jaringan anda mulai besar. Akan ada ’ayam’, ’bebek’ dan bahkan ’anak-cucu’ anda mengganggu benih jaringan ini. Lindungi mereka, jaga mereka agar fokus dan jangan tergiur oleh godaan-godaan naif di luar. Berjuanglah terus agar jaringan muda ini tidak mati di tengah jalan. Jaringan ini milik anda, maka andalah yang menjaganya siang dan malam. 

    Baca juga: Bisnis lewat HP Mudah bersama PayTren Yusuf Mansur

    Dan masapun tiba…

    Jaringan anda sudah kokoh. Jaringan anda sudah mengakar jauh ke kota-kota lain. Mereka tidak perlu diberi makan dan minum dari tangan anda. Anda tidak mengenal mereka ketika anggota-anggota baru bergabung masuk tiap hari di jaringan anda.

    Ini bagaikan akar pohon yang menjalar jauh ke dalam tanah dan mungkin masuk melewati pagar ke luar wilayah anda. Jaringan anda sudah bisa mencari makan dan minum sendiri. Saatnya anda menerima bonus yang melebih impian anda seumur hidup. Nikmatilah kerja keras anda, pohon jaringan anda sudah besar. Impian anda sudah terwujud.

    Ketika andapun harus berpulang, jaringan ini masih akan tetap anda dan menjadi warisan anda untuk anak-dan-cucu

    Mereka akan berterimakasih selama-lamanya kepada anda.

    Atas kesabaran anda…

    Atas kegigihan anda…

    Atas niat anda untuk tidak mau gagal di tengah jalan….

    Anda sudah berhasil, pohon jaringan anda menjadi milik keluarga anda selamanya.

    Selamat berjuang di MLM, gunakan hati yang bersih ketika mulai menanam jaringan anda. 

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *